Pustakawan Perpustakaan As-Syafa’ah Tingkatkan Layanan melalui Workshop Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi
17 Januari 2026
01 November 2025
Perpustakaan Assyafaah Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) kini menjelma menjadi pusat literasi modern yang menggabungkan layanan baca online dan offline. Transformasi ini menjadi langkah nyata UIMSYA dalam menumbuhkan budaya literasi di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi membaca konvensional.
Kepala Perpustakaan Assyafaah, M. Hasbullah Ridwan, M.Pd. menyatakan bahwa perpustakaan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan akademik dan kreatif. “Kami ingin membuat literasi lebih dekat dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Melalui sistem online dan layanan langsung di kampus, kami membuka ruang bagi semua untuk terus belajar ujarnya"Perpustakaan Assyafaah
menyediakan koleksi buku cetak, jurnal ilmiah, dan referensi digital.
Fasilitas Online Public Access Catalog (OPAC) memungkinkan pengguna menelusuri
koleksi secara cepat, sementara portal literasi digital menyediakan akses ke
e-book, e-journal, dan repository karya ilmiah mahasiswa. Semua layanan dapat
diakses melalui perangkat gawai dengan tampilan yang ramah pengguna.
Meski berbasis digital, daya tarik layanan offline tetap kuat. Ruang baca yang nyaman, fasilitas internet cepat, serta suasana akademik yang inspiratif menjadikan perpustakaan ini tempat favorit mahasiswa. Perpustakaan juga akan mengadakan berbagai kegiatan seperti bedah buku, dan kelas menulis yang harapannya disambut antusias oleh pengunjung.
Selain untuk mahasiswa dan dosen,
layanan perpustakaan juga terbuka bagi masyarakat umum. Program Literasi untuk
Semua menjadi upaya konkret untuk memperluas akses membaca bagi pelajar dan
komunitas literasi di sekitar kampus. Kolaborasi dengan sekolah dan lembaga
pendidikan lain juga terus diperkuat guna memperluas dampak positif gerakan
literasi ini.
Transformasi digital yang dilakukan perpustakaan turut mempermudah kegiatan akademik. Proses peminjaman dan pengembalian buku kini dapat dilakukan secara daring, sementara fitur ulasan buku membantu pengguna saling berbagi rekomendasi bacaan. Dengan sistem yang efisien, cepat, dan terintegrasi, perpustakaan menjadi ruang belajar yang lebih interaktif dan inklusif.
Kini, Perpustakaan Assyafaah
UIMSYA bukan sekadar tempat membaca, tetapi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang
memadukan teknologi, budaya baca, dan kolaborasi akademik. Dengan semangat
inovasi dan pelayanan, perpustakaan ini menjadi simbol kemajuan literasi di lingkungan
kampus dan masyarakat luas.
13 Agustus 2025
25 Juli 2025
Kepala Perpustakaan UNUSA, Yeni Fitria Nurahman, S.IIP., menyambut hangat kunjungan Ketua dan Staf Perpustakaan Asyafaah UIMSYA. Ia menyatakan bahwa UNUSA sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi, terutama dalam pengembangan perpustakaan. Menurutnya, kerja sama dengan Perpustakaan Asyafaah UIMSYA, yang juga tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU), merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi NU. “Sinergi ini akan menjadi jembatan bagi Perpustakaan Asyafaah UIMSYA untuk lebih memahami dan meningkatkan aspek pengelolaan, pelayanan, serta pengembangan perpustakaan,” ungkapnya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi UNUSA dalam memperluas jaringan kerja sama antarlembaga pendidikan Nahdlatul Ulama.
12 Juni 2025
Dalam upaya meningkatkan kompetensi pustakawan dan memperkuat pengelolaan perpustakaan berbasis digital, pustakawan Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) mengikuti pelatihan manajemen perpustakaan digital berbasis Senayan Library Management System (SLiMS) yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh sejumlah pustakawan dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi sangat istimewa karena diisi langsung oleh founder SLiMS, Heru Wicaksono, S.S., M.Hum., yang juga dikenal sebagai pakar di bidang otomasi perpustakaan dan pengembangan sistem informasi perpustakaan berbasis open source di Indonesia. Kehadiran beliau memberikan nilai tambah dalam penyampaian materi karena peserta mendapatkan wawasan langsung dari pencipta sistem yang telah digunakan secara luas oleh ribuan perpustakaan di Indonesia maupun di luar negeri.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali pustakawan dengan keterampilan teknis dan konseptual dalam mengelola perpustakaan digital yang modern, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini. Adapun materi yang disampaikan mencakup pengenalan SLiMS, instalasi dan konfigurasi sistem, input data bibliografi, pengelolaan anggota, sirkulasi peminjaman dan pengembalian, hingga pelaporan dan pengembangan fitur sesuai kebutuhan institusi.
SLiMS sebagai platform manajemen perpustakaan digital berbasis open source dipilih karena fleksibilitasnya, kemudahan penggunaan, dan komunitas pengguna yang aktif. Sistem ini mendukung otomasi layanan perpustakaan secara menyeluruh, mulai dari katalogisasi, manajemen anggota, hingga statistik pengunjung dan peminjaman. Dengan penguasaan SLiMS, pustakawan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan aksesibilitas informasi bagi sivitas akademika.
Menurut pustakawan UIMSYA yang mengikuti pelatihan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan perpustakaan. “Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana memanfaatkan teknologi open source untuk mendukung layanan perpustakaan yang lebih responsif dan terintegrasi,” ujarnya.
Hasil dari pelatihan ini akan segera diterapkan di lingkungan perpustakaan Universitas KH Mukhtar Syafaat. Langkah awal yang akan dilakukan adalah migrasi data dari sistem lama ke SLiMS, penyesuaian modul sesuai kebutuhan institusi, serta pelatihan lanjutan bagi seluruh staf perpustakaan. Selain itu, perpustakaan UIMSYA juga berencana mengembangkan katalog online (online public access catalog atau OPAC) agar koleksi perpustakaan dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum melalui internet.
18 September 2024
Dalam pelatihan tersebut, pustakawan diberikan wawasan tentang standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dalam pengelolaan arsip, pengenalan teknologi kearsipan digital, serta keterampilan dalam membuat sistem pengarsipan yang mudah diakses dan aman. Keikutsertaan pustakawan UIMSYA dalam pelatihan ini sangat relevan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan manajemen arsip di universitas tersebut.
Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perpustakaan dengan lembaga-lembaga lain antar kampus, sehingga mempermudah alur informasi dan dokumen yang penting bagi kelancaran administrasi akademik dan non-akademik.
Dengan kemampuan yang diperoleh dari pelatihan ini, pustakawan UIMSYA diharapkan dapat berkontribusi lebih optimal dalam menciptakan sistem pengelolaan arsip yang rapi, aman, dan mudah diakses, serta membantu mengurangi potensi kesalahan dan kebingungannya dalam penyimpanan data.
16 Agustus 2024
Peningkatan Mutu Pustakawan dan Perpustakaan PTKIS Wilayah IV Surabaya : Dorong Transformasi Digital
Surabaya (14/08/2024) - Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan dan kompetensi pustakawan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Kopertais Wilayah IV Surabaya menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Mutu Pustakawan dan Perpustakaan” selama dua hari, pada hari rabu-kamis 14-15/8/2024. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala perpustakaan PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya.
Acara secara resmi dibuka oleh Koordinator
Kopertais Wilayah IV Surabaya, Prof. Akh. Muzakky, M.Ag., Grad.Dip.SEA.,
M.Phil., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pustakawan
dalam mendukung transformasi akademik di era digital. Ia menyampaikan bahwa
perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan
buku, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar dan inovasi berbasis teknologi
informasi.
Kegiatan hari pertama diisi oleh Sulaiman Nashir sebagai pemateri pertama dengan tema “Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi.”Dalam paparannya, Sulaiman menekankan pentingnya tata kelola perpustakaan yang profesional, efektif, dan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Ia menjelaskan bahwa manajemen perpustakaan yang baik harus mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang berkelanjutan.
Sulaiman juga menguraikan berbagai strategi pengelolaan sumber daya manusia, koleksi, serta layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Menurutnya, kepala perpustakaan memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa layanan informasi dapat diakses dengan mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan perguruan tinggi adalah jantung institusi pendidikan. Manajemennya harus dinamis, transparan, dan terukur agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu akademik,” jelas Sulaiman.
(Antusisme peserta dalam mengikuti pelatihan)
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan
dengan materi bertema “Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi dan Informasi,”yang
juga disampaikan oleh Heru Subekti. Ia menyoroti pentingnya digitalisasi
koleksi dan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi
layanan perpustakaan. Dalam era Revolusi Industri 4.0, perpustakaan dituntut
untuk bertransformasi menjadi pusat pengetahuan digital yang mampu menyediakan
akses informasi tanpa batas.
Peserta diajak memahami konsep
e-library, repository institusi, serta penerapan sistem otomasi dan database
digital. Heru Subekti juga mendorong kepala perpustakaan untuk berinovasi dalam
menyediakan layanan berbasis teknologi seperti katalog daring, peminjaman
digital, dan integrasi dengan platform akademik kampus. “Transformasi digital
bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi tentang perubahan paradigma
dalam memberikan layanan informasi kepada sivitas akademika,” ungkapnya.
Selama dua hari pelaksanaan,
kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan
berbagi praktik baik antar peserta. Para kepala perpustakaan menyambut positif
kegiatan ini karena memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat jejaring kerja
sama antarperpustakaan di lingkungan PTKIS.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
mutu pustakawan dan perpustakaan di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya
semakin meningkat. Perpustakaan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor
penggerak literasi dan inovasi dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi,
serta menjadi pilar utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan di era digital.







