17 Januari 2026

 Pustakawan Perpustakaan As-Syafa’ah Tingkatkan Layanan melalui Workshop Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi



Perpustakaan As-Syafa’ah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan dengan mengikuti Workshop Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi: Peran Strategis Pengembangan Perpustakaan Berdampak. Kegiatan ini diikuti oleh para pustakawan sebagai upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengelolaan dan layanan perpustakaan perguruan tinggi.

Workshop ini menghadirkan empat narasumber dari latar belakang keilmuan yang beragam dan relevan dengan transformasi perpustakaan. Para pemateri membahas isu strategis mulai dari pemanfaatan AI untuk layanan perpustakaan yang cerdas dan humanis, etika serta kebijakan penggunaan AI di perguruan tinggi, integrasi AI dengan sistem otomasi perpustakaan, hingga inovasi program literasi masyarakat yang digagas oleh pustakawan akademik.

Pemateri pertama, Dr. Labibah Zain, MLIS, menekankan bahwa kecerdasan buatan bukan sekadar alat teknologi, melainkan sarana untuk memperkuat peran pustakawan sebagai fasilitator pengetahuan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi layanan seperti rekomendasi koleksi berbasis minat pengguna, chatbot referensi, analisis kebutuhan pemustaka, hingga pengelolaan data pengguna secara lebih akurat. Namun demikian, Dr. Labibah menegaskan bahwa sentuhan humanis tetap menjadi inti layanan perpustakaan. “AI seharusnya membantu pustakawan bekerja lebih cerdas, bukan menggantikan peran kemanusiaan dalam layanan,” ujarnya.


Lebih lanjut, Dr. Labibah menjelaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi perlu mengembangkan kompetensi literasi AI bagi pustakawan agar mampu memahami cara kerja teknologi tersebut secara kritis. Dengan pemahaman yang baik, pustakawan dapat memastikan bahwa pemanfaatan AI tetap berpihak pada kebutuhan pengguna, inklusif, serta menjunjung nilai etika dan privasi. Menurutnya, perpustakaan masa depan adalah ruang kolaboratif yang memadukan teknologi canggih dengan empati dan pelayanan berbasis nilai.

Pemateri kedua, Fawaidul Badri, S.Kom., MT, membahas aspek etika, kebijakan, dan good governance dalam pemanfaatan AI di perguruan tinggi. Ia menyoroti pentingnya kerangka kebijakan yang jelas agar penggunaan AI tidak menimbulkan risiko seperti penyalahgunaan data, bias algoritma, maupun pelanggaran privasi pengguna. Dalam konteks perpustakaan, ia menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap penerapan teknologi berbasis AI.

Fawaidul juga menekankan bahwa pengembangan AI di lingkungan akademik harus selaras dengan regulasi institusi dan nilai-nilai akademik. Menurutnya, pustakawan memiliki peran strategis sebagai penjaga etika informasi, termasuk dalam memastikan bahwa sistem AI yang digunakan tidak menghasilkan informasi menyesatkan atau diskriminatif. “Good governance dalam pemanfaatan AI bukan hanya tanggung jawab pimpinan institusi, tetapi juga melibatkan pustakawan sebagai pengelola informasi,” jelasnya.


Sementara itu, pemateri ketiga, Erlangga Setya Budi, S.AP, menyoroti pentingnya integrasi kecerdasan buatan dengan sistem otomasi perpustakaan sebagai fondasi transformasi layanan. Ia menjelaskan bahwa integrasi tersebut dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan koleksi, sirkulasi, hingga layanan referensi digital. Dengan sistem yang terintegrasi, perpustakaan dapat menyajikan layanan yang lebih cepat, personal, dan berbasis data.

Erlangga menambahkan bahwa transformasi digital perpustakaan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan perencanaan strategis, dukungan manajemen, serta peningkatan kompetensi pustakawan agar teknologi yang diadopsi benar-benar memberikan dampak nyata. Ia menekankan bahwa pustakawan tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan sistem, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut mendukung visi dan misi institusi pendidikan.

Pemateri keempat, Khoirul Anwar, S.I.Pust, menghadirkan perspektif berbeda dengan membagikan praktik baik inovasi program literasi masyarakat desa yang digagas oleh pustakawan akademik. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi informasi di tingkat desa. Melalui kolaborasi dengan perangkat desa dan komunitas lokal, pustakawan dapat mengembangkan program literasi yang kontekstual dan berkelanjutan.



Khoirul menekankan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dapat mendukung program literasi masyarakat dengan menyediakan akses informasi yang relevan dan mudah dipahami. Namun, ia juga menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif agar program literasi tidak bersifat top-down. “Pustakawan harus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar penyedia informasi,” ujarnya.

Melalui workshop ini, pustakawan Perpustakaan As-Syafa’ah diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai gagasan strategis yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Transformasi yang berbasis teknologi, etika, dan kepedulian sosial diyakini akan menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berdampak bagi sivitas akademika dan masyarakat luas.

01 November 2025


Perpustakaan Assyafaah Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) kini menjelma menjadi pusat literasi modern yang menggabungkan layanan baca online dan offline. Transformasi ini menjadi langkah nyata UIMSYA dalam menumbuhkan budaya literasi di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi membaca konvensional. 

Kepala Perpustakaan Assyafaah, M. Hasbullah Ridwan, M.Pd. menyatakan bahwa perpustakaan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai pusat kegiatan akademik dan kreatif. “Kami ingin membuat literasi lebih dekat dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Melalui sistem online dan layanan langsung di kampus, kami membuka ruang bagi semua untuk terus belajar ujarnya" 


Perpustakaan Assyafaah menyediakan koleksi buku cetak, jurnal ilmiah, dan referensi digital. Fasilitas Online Public Access Catalog (OPAC) memungkinkan pengguna menelusuri koleksi secara cepat, sementara portal literasi digital menyediakan akses ke e-book, e-journal, dan repository karya ilmiah mahasiswa. Semua layanan dapat diakses melalui perangkat gawai dengan tampilan yang ramah pengguna.

Meski berbasis digital, daya tarik layanan offline tetap kuat. Ruang baca yang nyaman, fasilitas internet cepat, serta suasana akademik yang inspiratif menjadikan perpustakaan ini tempat favorit mahasiswa. Perpustakaan juga akan mengadakan berbagai kegiatan seperti bedah buku, dan kelas menulis yang harapannya disambut antusias oleh pengunjung.



Selain untuk mahasiswa dan dosen, layanan perpustakaan juga terbuka bagi masyarakat umum. Program Literasi untuk Semua menjadi upaya konkret untuk memperluas akses membaca bagi pelajar dan komunitas literasi di sekitar kampus. Kolaborasi dengan sekolah dan lembaga pendidikan lain juga terus diperkuat guna memperluas dampak positif gerakan literasi ini.

Transformasi digital yang dilakukan perpustakaan turut mempermudah kegiatan akademik. Proses peminjaman dan pengembalian buku kini dapat dilakukan secara daring, sementara fitur ulasan buku membantu pengguna saling berbagi rekomendasi bacaan. Dengan sistem yang efisien, cepat, dan terintegrasi, perpustakaan menjadi ruang belajar yang lebih interaktif dan inklusif.


Kini, Perpustakaan Assyafaah UIMSYA bukan sekadar tempat membaca, tetapi pusat pembelajaran sepanjang hayat yang memadukan teknologi, budaya baca, dan kolaborasi akademik. Dengan semangat inovasi dan pelayanan, perpustakaan ini menjadi simbol kemajuan literasi di lingkungan kampus dan masyarakat luas.

 

  

13 Agustus 2025


 

25 Juli 2025

BENCHMARKING
Perpustakaan UIMSYA dengan Perpustakaan UNUSA

        Surabaya (24/7/2025) Ketua dan staf Perpustakaan As-Syafaah KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, terus mengupayakan perluasan jaringan, sinergi, dan kolaborasi. Salah satu langkahnya adalah menjalin silaturahmi dengan pustakawan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), yang berlangsung di Kampus B UNUSA, Jalan Raya Jemursari 51–57, Surabaya.  Pertemuan hangat tersebut bertujuan membangun sinergi antara Perpustakaan Asyafaah UIMSYA dan Perpustakaan UNUSA. Kepala Perpustakaan Asyafaah UIMSYA, Muhammad Hasbullah Ridwan, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk mendorong kemajuan dalam pengelolaan, pelayanan, dan pengembangan perpustakaan. Ia juga menegaskan bahwa Perpustakaan Asyafaah harus terus relevan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama dalam menyediakan referensi yang berkualitas serta menjadi pusat literasi yang menarik dan menyenangkan. Kolaborasi dengan Perpustakaan UNUSA adalah langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut," ujarnya.



        Kepala Perpustakaan UNUSA, Yeni Fitria Nurahman, S.IIP., menyambut hangat kunjungan Ketua dan Staf Perpustakaan Asyafaah UIMSYA. Ia menyatakan bahwa UNUSA sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi, terutama dalam pengembangan perpustakaan. Menurutnya, kerja sama dengan Perpustakaan Asyafaah UIMSYA, yang juga tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU), merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi NU. “Sinergi ini akan menjadi jembatan bagi Perpustakaan Asyafaah UIMSYA untuk lebih memahami dan meningkatkan aspek pengelolaan, pelayanan, serta pengembangan perpustakaan,” ungkapnya. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi UNUSA dalam memperluas jaringan kerja sama antarlembaga pendidikan Nahdlatul Ulama.





12 Juni 2025

 

            Dalam upaya meningkatkan kompetensi pustakawan dan memperkuat pengelolaan perpustakaan berbasis digital, pustakawan Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA) mengikuti pelatihan manajemen perpustakaan digital berbasis Senayan Library Management System (SLiMS) yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh sejumlah pustakawan dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Jawa Timur.

            Kegiatan ini menjadi sangat istimewa karena diisi langsung oleh founder SLiMS, Heru Wicaksono, S.S., M.Hum., yang juga dikenal sebagai pakar di bidang otomasi perpustakaan dan pengembangan sistem informasi perpustakaan berbasis open source di Indonesia. Kehadiran beliau memberikan nilai tambah dalam penyampaian materi karena peserta mendapatkan wawasan langsung dari pencipta sistem yang telah digunakan secara luas oleh ribuan perpustakaan di Indonesia maupun di luar negeri.

            Pelatihan ini bertujuan untuk membekali pustakawan dengan keterampilan teknis dan konseptual dalam mengelola perpustakaan digital yang modern, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini. Adapun materi yang disampaikan mencakup pengenalan SLiMS, instalasi dan konfigurasi sistem, input data bibliografi, pengelolaan anggota, sirkulasi peminjaman dan pengembalian, hingga pelaporan dan pengembangan fitur sesuai kebutuhan institusi.

            SLiMS sebagai platform manajemen perpustakaan digital berbasis open source dipilih karena fleksibilitasnya, kemudahan penggunaan, dan komunitas pengguna yang aktif. Sistem ini mendukung otomasi layanan perpustakaan secara menyeluruh, mulai dari katalogisasi, manajemen anggota, hingga statistik pengunjung dan peminjaman. Dengan penguasaan SLiMS, pustakawan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan aksesibilitas informasi bagi sivitas akademika.

            Menurut pustakawan UIMSYA yang mengikuti pelatihan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan perpustakaan. “Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana memanfaatkan teknologi open source untuk mendukung layanan perpustakaan yang lebih responsif dan terintegrasi,” ujarnya.

            Hasil dari pelatihan ini akan segera diterapkan di lingkungan perpustakaan Universitas KH Mukhtar Syafaat. Langkah awal yang akan dilakukan adalah migrasi data dari sistem lama ke SLiMS, penyesuaian modul sesuai kebutuhan institusi, serta pelatihan lanjutan bagi seluruh staf perpustakaan. Selain itu, perpustakaan UIMSYA juga berencana mengembangkan katalog online (online public access catalog atau OPAC) agar koleksi perpustakaan dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum melalui internet.






18 September 2024

 



        Sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dalam pengelolaan arsip yang lebih efektif dan efisien. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pengelolaan arsip dalam dunia akademik dan administrasi, serta teknik-teknik terbaru dalam penyimpanan, pengorganisasian, dan pemeliharaan arsip. 

        Dalam pelatihan tersebut, pustakawan diberikan wawasan tentang standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dalam pengelolaan arsip, pengenalan teknologi kearsipan digital, serta keterampilan dalam membuat sistem pengarsipan yang mudah diakses dan aman. Keikutsertaan pustakawan UIMSYA dalam pelatihan ini sangat relevan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan manajemen arsip di universitas tersebut. 

        Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perpustakaan dengan lembaga-lembaga lain antar kampus, sehingga mempermudah alur informasi dan dokumen yang penting bagi kelancaran administrasi akademik dan non-akademik. 

        Dengan kemampuan yang diperoleh dari pelatihan ini, pustakawan UIMSYA diharapkan dapat berkontribusi lebih optimal dalam menciptakan sistem pengelolaan arsip yang rapi, aman, dan mudah diakses, serta membantu mengurangi potensi kesalahan dan kebingungannya dalam penyimpanan data.

16 Agustus 2024

 

   (Pembukaan oleh kordinator kopertais wilayah IV Surabaya Prof. Akh. Muzakky, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D )

Surabaya (14/08/2024) - Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan dan kompetensi pustakawan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Kopertais Wilayah IV Surabaya menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Mutu Pustakawan dan Perpustakaan” selama dua hari, pada hari rabu-kamis  14-15/8/2024. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala perpustakaan PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya. 

Acara secara resmi dibuka oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Prof. Akh. Muzakky, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pustakawan dalam mendukung transformasi akademik di era digital. Ia menyampaikan bahwa perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar dan inovasi berbasis teknologi informasi. “Pustakawan harus menjadi garda depan dalam membangun budaya literasi dan menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kualitas perpustakaan sangat ditentukan oleh kualitas pustakawannya,” ujar Prof. Muzakky dalam sambutannya.


(Penyampaian materi oleh Sulaiman Nashir tentang Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi)

Kegiatan hari pertama diisi oleh Sulaiman Nashir sebagai pemateri pertama dengan tema “Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi.”Dalam paparannya, Sulaiman menekankan pentingnya tata kelola perpustakaan yang profesional, efektif, dan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Ia menjelaskan bahwa manajemen perpustakaan yang baik harus mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang berkelanjutan.

Sulaiman juga menguraikan berbagai strategi pengelolaan sumber daya manusia, koleksi, serta layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Menurutnya, kepala perpustakaan memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa layanan informasi dapat diakses dengan mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan perguruan tinggi adalah jantung institusi pendidikan. Manajemennya harus dinamis, transparan, dan terukur agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu akademik,” jelas Sulaiman. 

(Antusisme peserta dalam mengikuti pelatihan)

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi bertema “Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi dan Informasi,”yang juga disampaikan oleh Heru Subekti. Ia menyoroti pentingnya digitalisasi koleksi dan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi layanan perpustakaan. Dalam era Revolusi Industri 4.0, perpustakaan dituntut untuk bertransformasi menjadi pusat pengetahuan digital yang mampu menyediakan akses informasi tanpa batas.

Peserta diajak memahami konsep e-library, repository institusi, serta penerapan sistem otomasi dan database digital. Heru Subekti juga mendorong kepala perpustakaan untuk berinovasi dalam menyediakan layanan berbasis teknologi seperti katalog daring, peminjaman digital, dan integrasi dengan platform akademik kampus. “Transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi tentang perubahan paradigma dalam memberikan layanan informasi kepada sivitas akademika,” ungkapnya.

Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan berbagi praktik baik antar peserta. Para kepala perpustakaan menyambut positif kegiatan ini karena memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antarperpustakaan di lingkungan PTKIS.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mutu pustakawan dan perpustakaan di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya semakin meningkat. Perpustakaan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi dan inovasi dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta menjadi pilar utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan di era digital.